Proses yang panjang membuat setiap helai kain memiliki nilai tersendiri. Harga produk Batik Tenun Arios berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp10 juta, tergantung bahan, motif dan tingkat kerumitan pengerjaan.
Untuk kain berbahan sutra, misalnya, harganya dapat mencapai Rp10 juta. Produk tersebut bahkan sempat digunakan sebagai suvenir bagi Ibu Kapolri.
Namun, perjalanan usaha Arios tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan bahan baku yang sebagian masih didatangkan dari Pulau Jawa.
Biaya pengiriman yang tinggi menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan pelaku usaha. Selain itu, cuaca juga berpengaruh langsung terhadap proses produksi karena kain membutuhkan proses pengeringan secara alami.
“Kalau hujan, warnanya tidak muncul dengan baik. Sekarang ketika cuaca panas, kami bisa memperbanyak produksi,” tutur Arti.
Meski menghadapi tantangan produksi, pasar Batik Tenun Arios terus berkembang. Produk tersebut tidak hanya dipasarkan di Batam dan Kepulauan Riau, tetapi juga telah mengikuti berbagai kegiatan dan pameran di tingkat nasional.
Karya Arios pernah dibawa dalam berbagai agenda di Jakarta Convention Center. Produk tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah tamu dan pejabat yang berkunjung ke Kepulauan Riau.











