Ia pun berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, terutama dalam membuka akses promosi bagi produk UMK Batam.
Arti memiliki satu harapan yang ingin diwujudkan: adanya ruang promosi atau galeri Pertamina di Batam yang dapat menjadi tempat bagi UMK binaan memperkenalkan produk mereka.
“Kalau tidak ada galeri, saya berharap ada rumah BUMN Pertamina di Batam. Karena kita bisa promosi untuk pasar Singapura dan Malaysia,” katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Batik Tenun Arios merupakan salah satu UMK potensial yang mengikuti program UMK Academy sejak 2024.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina mendorong pelaku UMK agar memiliki kapasitas bisnis yang lebih kuat dan mampu berkembang ke pasar yang lebih luas.
“UMK yang unggulan dan mempunyai spesifikasi atau kriteria bisnis yang mumpuni berhak mengikuti seleksi. Prosesnya juga dikurasi oleh para ahli di bidang bisnis,” kata Fahrougi saat ditemui di lokasi.
Arios, lanjut dia, berhasil masuk dalam 20 besar nasional dan mendapatkan berbagai materi pengembangan usaha, antara lain terkait konsep Go Modern, Go Global, Go Online dan Go Digital.
Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan bisnis para pelaku UMK.
“Pertamina tidak hanya berfokus terhadap keberlangsungan pelayanan dan distribusi energi, tetapi juga membersamai UMK yang sangat potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.
