Distribusi tambahan tersebut disalurkan ke seluruh wilayah operasional regional, dengan rincian:
1. Aceh: 85.680 tabung (257 MT)
2. Sumatera Utara: 329.280 tabung (988 MT)
3. Sumatera Barat: 78.960 tabung (237 MT)
4. Riau: 167.440 tabung (502 MT)
5. Kepulauan Riau: 47.760 tabung (143 MT)
Tambahan stok ini menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga dan menghindari kelangkaan LPG subsidi, yang selama ini menjadi tulang punggung energi rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah serta pelaku UMKM.
Ketersediaan LPG subsidi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dapur rumah tangga, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perputaran ekonomi daerah. Usaha kuliner, pedagang kaki lima, hingga industri rumahan sangat bergantung pada kelancaran distribusi energi ini.
Lonjakan aktivitas selama libur panjang berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat. Tanpa antisipasi yang matang, kondisi ini bisa memicu gangguan pasokan, kenaikan harga di tingkat pengecer, hingga potensi penimbunan. Karena itu, penguatan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, I Gusti Bagus Suteja, menegaskan bahwa pengawasan distribusi dilakukan secara ketat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, agen, dan pangkalan LPG terus diperkuat untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran selama masa libur panjang. Upaya ini sekaligus bertujuan mencegah potensi penyalahgunaan LPG subsidi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengimbau masyarakat agar membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan dan peruntukannya.









