Piala Johannes Kennedi Aritonang Jadi Ajang Pelestarian Budaya Batak, 33 Tim Siap Berkompetisi

Menurutnya, kegiatan yang digagas CEO Panbil tersebut merupakan langkah positif untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya Batak, khususnya di kalangan masyarakat Batam.

Ia berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Bacaan Lainnya

Selain penyelenggaraan perlombaan, Albiner juga mendorong adanya pendirian sanggar budaya Batak sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Keberadaan sanggar dinilai penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja mempelajari seni tari, adat istiadat, serta berbagai tradisi Batak sejak dini.

Dengan demikian, pengetahuan mengenai budaya leluhur tidak hanya diwariskan melalui lingkungan keluarga, tetapi juga dapat dipelajari secara terstruktur melalui kegiatan seni dan kebudayaan.

Harapan tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan lomba, yakni menjadikan tortor Batak bukan sekadar pertunjukan di atas panggung, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Melalui partisipasi puluhan tim dari berbagai kelompok masyarakat, Lomba Piala Johannes Kennedi Aritonang diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Batak sekaligus memperkaya khazanah kebudayaan di Kota Batam yang dihuni masyarakat dari beragam latar belakang suku dan budaya.(***)

Pos terkait