Beberapa program yang menjadi sorotan antara lain:
1. Program Beasiswa Sahabat Terang, yang membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
2. Program Workshop Pemberdayaan UMKM, untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.
3. Program Pengembangan UMK Batik Moleqie Ngah Jaya, sebagai dukungan terhadap ekonomi kreatif lokal.
4. Program Penanaman Mangrove di Kebun Raya Batam, untuk mendukung konservasi lingkungan dan ketahanan ekosistem pesisir.
Bantuan fasilitas sosial bagi rumah ibadah, pendidikan, dan lingkungan permukiman.
Tak hanya itu, PLN Batam juga mengembangkan program unggulan berbasis Creating Shared Value (CSV) melalui Kolam Bioflok dan Bank Sampah Komunitas bersama Kelompok Wanita Tani Unit Bank Sampah Taburosi yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan.
Nilai Sosial Lebih Tinggi dari Investasi
Sebagai bentuk pengukuran dampak nyata, PLN Batam melakukan evaluasi Social Return on Investment (SROI) terhadap empat program CSR sepanjang 2025.
Hasilnya menunjukkan:
1. Workshop Pemberdayaan UMKM: 1,47
2. Penanaman Mangrove Kebun Raya Batam: 1,31
3. Pengembangan UMK Batik Moleqie Ngah Jaya: 1,13
4. Program Peduli Pendidikan Anak dan Bantuan Komputer: 1,10
Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi sosial yang dilakukan perusahaan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Implementasi CSR dan ESG juga berkontribusi terhadap tingkat kepercayaan pelanggan, yang tercermin dari Indeks Kepuasan Pelanggan PT PLN Batam sebesar 98,93 persen pada 2024.
“Melalui pengintegrasian CSR dan ESG, PT PLN Batam menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyedia listrik yang andal, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan dan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat,” tutup Rudi Antono. (Iman )









