“Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” ujar Li Claudia di Batam Centre, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, meningkatnya investasi di sektor pusat data dan teknologi digital menunjukkan Batam memiliki keunggulan kompetitif dari sisi lokasi strategis, kesiapan infrastruktur, serta dukungan regulasi yang semakin kondusif bagi investor global.
BP Batam, lanjutnya, akan terus memastikan proyek strategis tersebut berjalan optimal melalui penyediaan infrastruktur pendukung, pelayanan investasi yang cepat, serta kemudahan bagi para investor.
Investasi Firmus Technologies diperkirakan membawa efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari pembukaan lapangan kerja profesional, penguatan ekosistem industri digital, transfer teknologi kecerdasan buatan, hingga peningkatan daya saing ekonomi Batam di tingkat regional maupun global.
Dengan masuknya investasi AI berskala internasional, Batam kini semakin diperhitungkan sebagai gerbang utama pengembangan industri teknologi masa depan Indonesia sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital baru di kawasan Asia Tenggara. (**/Iman)










