“Apalagi KDKMP menyalurkan barang-barang bersubsidi, kemudian partisipasi masyarakat untuk jadi anggotanya akan naik jauh, berlipat-lipat,” katanya.
PLTS di Pulau Sembur Laut merupakan hasil kolaborasi PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Kementerian Koperasi yang mulai dibangun sejak Desember 2025.
Proyek ini dirancang bukan hanya sebagai pembangkit listrik tenaga surya, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat kepulauan melalui pengelolaan koperasi.
Berdasarkan laporan perkembangan terbaru dari Pertamina NRE pada Juni 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai sekitar 80 persen, sehingga ditargetkan siap beroperasi sesuai jadwal pada Agustus mendatang.
Pada tahap awal, fasilitas tersebut dibangun dengan kapasitas 400 kilowatt peak (kWp) yang didukung sistem penyimpanan energi berupa baterai berkapasitas 600 kilowatt hour (kWh).
Ke depan, kapasitas pembangkit akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 0,5 hingga 1 megawatt peak (MWp) lengkap dengan sistem penyimpanan energi yang lebih besar guna menjamin pasokan listrik yang stabil bagi masyarakat.










