Bagi petani, irigasi bukan sekadar infrastruktur. Ketersediaan air yang lebih terjamin memberikan peluang bagi petani untuk menjaga siklus tanam, mempertahankan produktivitas dan mengurangi risiko ketika kondisi cuaca memasuki musim kemarau.
Nyanyang menilai penguatan infrastruktur dasar tersebut harus berjalan bersamaan dengan pendampingan dan modernisasi pertanian.
“Pertanian bukan hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana petani bisa sejahtera dan memiliki kepastian dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, kita harus bersama-sama mendorong peningkatan produktivitas,” ujar Nyanyang.
Pernyataan tersebut menunjukkan satu hal penting: pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari luas lahan atau jumlah panen. Ukuran akhirnya adalah seberapa besar pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah.
Kelompok Tani Harapan Makmur memiliki sekitar 3,5 hektare lahan sawah yang tanamannya masih menuju masa panen. Ditambah lahan Kelompok Tani Cipto Dadi sekitar 6 hektare, terdapat total sekitar 9,5 hektare lahan sawah yang masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Potensi itu menjadi penting jika dikaitkan dengan kebutuhan pangan daerah. Namun, petani masih berhadapan dengan sejumlah tantangan. Musim kemarau dan serangan hama menjadi persoalan yang dapat menekan produktivitas. Dalam kondisi seperti itu, peningkatan produksi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan konvensional semata.
Irigasi perlu diperkuat. Penyuluhan harus berjalan. Pengendalian hama harus lebih efektif. Teknologi pertanian perlu diperkenalkan sesuai kebutuhan petani.
“ Kita melihat potensi lahan di sini cukup baik. Tinggal bagaimana irigasi, pendampingan, pengendalian hama dan penggunaan teknologi pertanian terus diperkuat sehingga hasil panen petani bisa meningkat,” kata Nyanyang.
Bagi Natuna, cerita tentang pertanian memiliki dimensi yang lebih besar. Wilayah ini bukan hanya salah satu daerah di Kepri, tetapi juga berada di kawasan strategis perbatasan. Karena itu, kemampuan daerah memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri menjadi bagian dari agenda kemandirian ekonomi.
Pertanian yang produktif berarti menciptakan aktivitas ekonomi dari hulu hingga hilir. Petani membutuhkan benih, pupuk dan teknologi. Hasil panen membutuhkan pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Pada saat yang sama, peningkatan produksi membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas perdagangan dan usaha lainnya.











