Pihaknya juga menegaskan, PT Pelabuhan Kepri Perseroda sebagai Badan Usaha Pelabuhan milik Pemerintah Provinsi Kepri saat ini mulai mempersiapkan berbagai langkah untuk mengembangkan potensi tersebut.
Penguatan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas layanan, serta kerja sama dengan berbagai pihak menjadi bagian dari strategi untuk menjadikan Kepri sebagai pusat layanan maritim yang kompetitif di kawasan regional.
Pengembangan kawasan labuh jangkar juga dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi Kepri sebagai poros ekonomi maritim nasional.
“Dengan tingginya lalu lintas kapal internasional yang melintas setiap tahun, peluang bisnis di sektor kepelabuhanan dan logistik diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan perdagangan global,” tambahnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, optimalisasi kawasan labuh jangkar juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi di sektor maritim.
Investor yang bergerak di bidang logistik, pelabuhan, energi, dan jasa pendukung pelayaran memiliki peluang besar untuk berinvestasi di Kepri karena didukung oleh lokasi strategis dan akses langsung ke jalur perdagangan internasional.
Para pelaku usaha menilai bahwa pengembangan aktivitas ship-to-ship di perairan Kepri akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya saing daerah. Aktivitas tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memperkuat ekosistem industri maritim yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan Kepulauan Riau.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, PT Pelabuhan Kepri Perseroda, pelaku usaha, dan regulator pusat menjadi faktor penting untuk memastikan pengembangan kawasan labuh jangkar dapat berjalan optimal. Dengan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah ekonomi, sektor maritim diyakini akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kepri dalam jangka panjang,” tegasnya.
Melalui optimalisasi potensi labuh jangkar dan layanan ship-to-ship, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap mampu meningkatkan kontribusi sektor kemaritiman terhadap PAD sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang utama perdagangan dan logistik internasional di kawasan Asia Tenggara. (Iman Suryanto)










