Potensi Laut Kepri Menggeliat, ALMI Tekankan Hilirisasi Produk Perikanan

Selain itu, pengembangan industri pengolahan hasil laut dinilai penting agar produk tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan memiliki nilai tambah melalui pengemasan, pengolahan, hingga ekspor ke pasar internasional.

ALMI juga menyoroti peluang besar sektor logistik maritim. Letak Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadikannya kandidat kuat sebagai hub logistik internasional.

Bacaan Lainnya

Penguatan layanan pelabuhan, jasa bongkar muat, hingga industri galangan kapal dinilai akan memperkuat daya saing Batam dalam rantai pasok global. Osman menilai peningkatan kapasitas galangan kapal dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus mendukung armada laut nasional.

“Batam punya peluang besar menjadi simpul logistik maritim dunia jika konektivitas pelabuhan, investasi, dan regulasi berjalan selaras,” katanya.

Selain perikanan dan logistik, pariwisata bahari juga disebut menjadi sektor strategis. Pengembangan ekowisata berbasis konservasi di wilayah pesisir dan pulau kecil dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Osman menekankan pentingnya penguatan ekonomi kreatif pesisir, mulai dari kerajinan hingga kuliner khas laut. Kolaborasi pusat dan daerah diperlukan agar produk lokal dapat naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Dalam jangka panjang, ALMI Batam menilai energi baru terbarukan (EBT) berbasis laut seperti arus laut dan gelombang memiliki prospek besar untuk memenuhi kebutuhan listrik pulau-pulau kecil.

Pemanfaatan energi laut dinilai tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau.

“Ekonomi biru bukan hanya konsep, tapi peluang nyata bagi Kepri untuk tumbuh berkelanjutan. Jika semua sektor bergerak bersama, Batam bisa menjadi pusat ekonomi maritim nasional,” tutup Osman.(IMAN SURYANTO)

Pos terkait