Kegiatan juga dirangkaikan dengan business matching yang mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan perbankan dan lembaga jasa keuangan nonbank di Kabupaten Natuna.
Melalui forum tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan kebutuhan pembiayaan sekaligus memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan yang tersedia. Pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan formal yang sesuai, baik untuk modal kerja maupun pengembangan usaha.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program pembiayaan subsidi margin nol persen yang diberikan Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Bank Pembangunan Daerah.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Dedy Damhudy menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan industri jasa keuangan.
“Dinas Perikanan Kabupaten Natuna menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dilanjutkan karena sektor perikanan memiliki potensi besar dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha,” ujar Dedy.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Natuna memiliki sekitar 10.347 nelayan dengan produksi perikanan mencapai 72.394 ton. Produksi perikanan budidaya tercatat sebesar 1.264 ton, sedangkan hasil olahan perikanan mencapai 446,97 ton.
Sejumlah komoditas perikanan Natuna juga telah berorientasi pada pasar ekspor, antara lain ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan sektor perikanan Natuna, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun memperluas pasar produk perikanan.
OJK Tinjau Langsung Potensi Usaha Perikanan Natuna
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, OJK Provinsi Kepulauan Riau melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi usaha sektor perikanan di Kabupaten Natuna. Kunjungan mencakup lokasi budidaya ikan laut, budidaya ikan tawar, serta lokasi offtaker nelayan tangkap.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada OJK mengenai karakteristik usaha, proses bisnis, kebutuhan pembiayaan, dan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku sektor perikanan.
Informasi dari lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan industri jasa keuangan untuk mengembangkan akses pembiayaan yang semakin sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelaku usaha sektor perikanan.
Kegiatan literasi keuangan dan business matching sektor perikanan menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat ekosistem keuangan untuk mendukung sektor produktif di Kabupaten Natuna.
OJK akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, Dinas Perikanan, industri perbankan dan nonbank, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendukung pengembangan sektor perikanan.
Melalui kolaborasi tersebut, OJK mendorong pelaku sektor perikanan Natuna agar semakin siap memanfaatkan layanan keuangan formal secara tepat, sehingga kapasitas usaha dan daya saing sektor perikanan dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. (***)











