Praktisi Pariwisata Surya Wijaya: Sinergi Pemerintah dan Driver Online Jaga Kondusivitas Investasi Pariwisata Batam

Dengan pelatihan yang tepat, peran tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, memperpanjang lama tinggal (length of stay), serta meningkatkan belanja wisata.

“Driver online bisa menjadi duta wisata Batam. Mereka berada di garis depan dan sering menjadi sumber informasi pertama bagi wisatawan,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, juga menegaskan pentingnya peran driver online dalam menjaga citra pariwisata daerah. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi perwakilan driver online Batam di Marketing Centre, Selasa (12/5).

Amsakar menilai sektor pekerja informal, termasuk pengemudi transportasi online, memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

Data terbaru menunjukkan tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam pada awal tahun hingga Februari 2026 mencapai 257.928 orang, meningkat 25,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memperkuat optimisme pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Rekan-rekan driver online menjadi bagian penting dan corong dalam menyampaikan hal-hal baik tentang Batam kepada wisatawan,” kata Amsakar.

Pertumbuhan kunjungan wisatawan memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi Batam. Selain transportasi, sektor lain seperti perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pusat perbelanjaan ikut merasakan dampaknya.

Kemudahan mobilitas yang ditawarkan transportasi digital membuat wisatawan lebih aktif berkeliling kota. Kondisi ini membuka peluang pendapatan lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Dalam konteks ekonomi daerah, kehadiran driver online menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata yang mendukung daya saing Batam sebagai destinasi wisata regional, terutama bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang datang untuk perjalanan singkat (short getaway).

Amsakar juga menyoroti pentingnya regulasi nasional yang mendukung ekosistem transportasi digital. Ia menyambut baik terbitnya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan kesejahteraan bagi para pengemudi.

“Kami berharap kebijakan nasional ini membawa perubahan positif. Batam akan mengawal implementasinya,” ujarnya.

Regulasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan aplikator, pengemudi, dan pemerintah, sehingga ekosistem transportasi digital dapat berkembang secara berkelanjutan.

Di tengah pertumbuhan sektor wisata, BP Batam menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas iklim investasi. Stabilitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci agar Batam tetap kompetitif sebagai destinasi wisata dan investasi.

Amsakar mengajak seluruh pihak, termasuk komunitas driver online, untuk bersama menjaga citra positif kota.

“Saya harapkan dukungan dari rekan-rekan untuk menjaga kondusivitas dan keharuman nama Kota Batam,” tutupnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, dan transportasi digital, Batam optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai gerbang wisata unggulan di wilayah barat Indonesia sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *