Program Peri Berdaya Pertamina EP Bantu Empat Kampung di Sorong Akses Air Bersih

Anak-anak bermain dengan air yang mengalir dari fasilitas sarana air bersih yang diinisiasi oleh Pertamina EP Papua Field di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Senin (27/7/2026). Program bernama Peri Berdaya ini merupakan inovasi teknologi Biosand Water Filter Komunal yang mampu mengolah hingga 64.000 liter air baku per hari.

KABAREKONOMI.CO.ID, SORONG — Pertamina EP Papua Field menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat di Distrik Klasafet dan Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, melalui Program Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat atau Peri Berdaya. Fasilitas yang dibangun sejak 2022 tersebut kini mampu mengolah hingga 64.000 liter air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di empat kampung.

Program ini berangkat dari keterbatasan akses masyarakat terhadap air bersih yang layak konsumsi dan berkelanjutan. Sebelum fasilitas dibangun, sebagian masyarakat masih mengandalkan air hujan, sumur galian, dan aliran sungai yang kualitasnya belum memenuhi standar kesehatan serta rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Bacaan Lainnya

Kepala Distrik Klasafet Femmy Momot mengatakan, persoalan air bersih telah dirasakan sekitar 200 kepala keluarga di Distrik Klasafet dan wilayah sekitarnya selama lima tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorongnya meminta bantuan kepada Pertamina untuk membangun fasilitas penyediaan air bersih.

“Dulu sumber air kami selain dari sungai, kami juga mendapatkan air dari hasil tadah hujan. Tapi seiring berjalannya waktu sumber dari air sungai mengalami penurunan kualitas sejak munculnya perkebunan sawit,” kata Femmy.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Pertamina EP Papua Field kemudian mengembangkan Program Peri Berdaya sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan.

Olah 64 Ribu Liter Air Setiap Hari

Community Development Officer Pertamina EP Papua Field Muhammad Islah Ramadhan mengatakan, fasilitas pengolahan air tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 64.000 liter atau 64 ton per hari.

“Total air bersih tersebut mampu memenuhi kebutuhan air pada empat kampung,” kata Islah.

Untuk meningkatkan efektivitas pengolahan, Pertamina EP memodifikasi bak sedimentasi menjadi instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) portabel. Fasilitas tersebut memanfaatkan tangki aset perusahaan yang sudah tidak terpakai untuk membantu proses pemisahan air baku dan lumpur sehingga pengolahan air menjadi lebih optimal.

Penerima manfaat program ini mencakup masyarakat di Distrik Klasafet, yakni Kampung Maladu, Klamono Olie, dan Barros, serta masyarakat Distrik Klamono di Kampung Possa.

Manfaatkan Energi Surya

Selain menyediakan akses air bersih, Program Peri Berdaya juga mengedepankan aspek ramah lingkungan melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Energi surya digunakan sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan mesin pompa, sehingga mendukung operasional fasilitas pengolahan air bersih.

Melalui program ini, Pertamina EP Papua Field berupaya membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang lebih memadai sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dan energi ramah lingkungan dalam penyediaan kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Sorong.

SUMBER: KOMPAS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *