“Ini membantu pemerintah daerah, membantu pengusaha untuk berkarya, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan investasi dan pada akhirnya menambah pendapatan daerah. Karena itu, kita harus mencari solusi dan mempercepat proses yang diperlukan,” ujarnya.
Dalam pembahasan teknis, Nyanyang juga menyoroti pentingnya pembangunan pelabuhan yang memiliki kapasitas memadai untuk mendukung aktivitas industri dalam jangka panjang. Menurutnya, fasilitas pelabuhan yang ada saat ini memiliki keterbatasan dalam melayani kapal-kapal dengan kapasitas besar.
Ia menjelaskan bahwa pelabuhan yang direncanakan harus mampu mengakomodasi kebutuhan logistik industri secara optimal sehingga dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi dan distribusi barang.
“Kita harus melihat kebutuhan ke depan. Jangan sampai infrastruktur yang dibangun tidak mampu mendukung pertumbuhan industri. Pelabuhan harus dirancang untuk melayani aktivitas ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Nyanyang mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika geopolitik internasional yang dapat memengaruhi arus perdagangan dan investasi. Oleh karena itu, Kepri harus bergerak cepat memanfaatkan peluang yang ada agar tidak tertinggal dalam persaingan merebut investasi.
Menurutnya, posisi strategis Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional dan berdekatan dengan Singapura serta Malaysia merupakan keunggulan kompetitif yang harus dimaksimalkan melalui penyediaan infrastruktur yang modern dan iklim investasi yang kondusif.
“Jangan hanya melihat perkembangan global dari jauh. Kita harus mengambil langkah nyata agar Kepri tetap menjadi tujuan investasi yang menarik. Salah satu caranya adalah memastikan proses birokrasi lebih cepat, efisien, dan ramah investasi,” tambahnya.
Pembangunan pelabuhan laut dan kawasan industri terpadu Bintan Utara diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu memperkuat struktur ekonomi Kepri.
Selain mendukung sektor industri manufaktur, kawasan tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor logistik, perdagangan, jasa pendukung industri, hingga usaha mikro dan menengah yang terhubung dalam rantai pasok industri.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Pemprov Kepri optimistis pembangunan kawasan industri dan pelabuhan di Bintan Utara akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang investasi nasional di kawasan barat Indonesia. (Iman Suryanto )










