KABAREKONOMI.CO.ID, LONDON – Perusahaan nasional, PT Wiraraja Indonesia, terus memperluas peta ekspansi bisnis internasional setelah sukses menandatangani Joint Venture Agreement senilai £50 juta atau sekitar Rp1,17 triliun bersama Polythene UK Ltd di Kedutaan Besar Republik Indonesia London.
Namun, langkah perusahaan tidak berhenti di Inggris. PT Wiraraja kini mulai menyiapkan agenda ekspansi lanjutan dengan melakukan penjajakan peluang investasi di dua negara yang dinilai memiliki posisi strategis dalam rantai industri global, yakni Russia dan China.
Pimpinan PT Wiraraja Indonesia, Ahmad Ma’ruf Maulana dalam pesan singkat elektroniknya pada Selasa (30/6/2026) menegaskan bahwa, keberhasilan kerja sama investasi di Inggris menjadi pijakan awal perusahaan untuk memperluas kemitraan internasional ke pasar yang lebih besar, khususnya di sektor industri strategis yang memiliki prospek jangka panjang.
“Alhamdulillah dan penuh rasa syukur atas pencapaian ini. Insya Allah kami akan melakukan lawatan ke beberapa negara lainnya guna membuka peluang investasi berikutnya, seperti ke Rusia dan China. Mohon doa dari semua pihak,” ujarnya.
Menurut Ahmad Ma’ruf, agenda bisnis ke Rusia dan China akan difokuskan pada pengembangan industri amoniak serta pembangunan pabrik spring bed, dua sektor yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung penguatan industri manufaktur dan hilirisasi di Indonesia.
Untuk pasar Rusia, perusahaan melihat peluang besar pada sektor industri kimia berbasis amoniak, mengingat negara tersebut memiliki kekuatan besar dalam produksi bahan baku industri, energi, serta jaringan industri petrokimia yang berkembang pesat. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses transfer teknologi sekaligus memperkuat pengembangan industri kimia nasional.










