Berdasarkan hasil survei, total belanja peserta diperkirakan mencapai Rp42,5 miliar. Setelah dilakukan simulasi menggunakan Tabel Input-Output, aktivitas belanja tersebut menghasilkan total efek ekonomi sekitar Rp58,9 miliar terhadap perekonomian Provinsi Riau.
Asep mengatakan, belanja peserta tidak hanya dinikmati sektor penyelenggara acara, tetapi juga mengalir ke berbagai lapangan usaha, seperti transportasi, hotel, restoran, perdagangan, industri pengolahan, hingga jasa lainnya.
Hal tersebut menunjukkan adanya efek berganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan event olahraga terhadap aktivitas ekonomi daerah.
“Dengan demikian, kegiatan seperti ini memiliki kontribusi yang positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal,” ujar Asep.
Menurutnya, struktur pengeluaran peserta didominasi oleh pembelian perlengkapan olahraga, transportasi, konsumsi, akomodasi, dan oleh-oleh.
