KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi daerah kepulauan, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.
Hal ini mengemuka dalam dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) pada Selasa (28/4/2026) pagi yang mengangkat tema Menilik Kesiapan dan Potensi Koperasi Merah Putih di Kepri.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari agenda strategis nasional Astacita yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis kolektivitas.
Dalam diskusi tersebut, Riki menyoroti tantangan utama Kepri sebagai wilayah kepulauan, yakni tingginya biaya logistik akibat distribusi antar pulau yang kompleks. Menurutnya, koperasi dapat menjadi solusi distribusi kolektif yang lebih efisien.
“Dengan proses yang fokus dan serius, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menurunkan biaya logistik yang selama ini tinggi,” ujarnya.
Selama ini, rantai pasok di Kepri masih menghadapi tantangan geografis yang menyebabkan biaya distribusi barang menjadi mahal. Kondisi tersebut berdampak pada harga barang yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan.
Kehadiran koperasi berbasis desa dan kelurahan diharapkan mampu mengkonsolidasikan kebutuhan masyarakat sehingga distribusi bisa dilakukan secara kolektif, lebih efisien, dan berdaya saing.
Selain logistik, isu strategis lain adalah tingginya ketergantungan Kepri terhadap pasokan barang dari luar daerah. Selama ini, sebagian besar kebutuhan pokok masih didatangkan dari wilayah lain di Indonesia.
