Rp40 Miliar Digelontorkan, Dermaga Roro Kedua Tanjung Uban Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi
Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi

KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNG PINANG — Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mendorong penguatan konektivitas antarwilayah melalui pengembangan infrastruktur transportasi laut. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penambahan dermaga sandar kapal roll-on/roll-off (Roro) di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban pada tahun 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi, menyampaikan bahwa selama ini pelabuhan tersebut hanya mengoperasikan satu dermaga Roro, sehingga kerap menimbulkan antrean kapal, terutama pada jam sibuk dan musim libur.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun ini akan dibangun satu dermaga tambahan di sisi dermaga eksisting untuk memperlancar arus penumpang dan kendaraan,” ujarnya, Selasa (22/6/2026) pagi.

Proyek pembangunan dermaga kedua tersebut saat ini tengah memasuki tahap lelang dengan nilai anggaran mencapai Rp40 miliar.

Rencananya, peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan pada pertengahan Juni 2026, dengan target penyelesaian selama enam bulan.

Jika berjalan sesuai jadwal, dermaga tambahan itu ditargetkan sudah dapat beroperasi pada momen Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, yang biasanya menjadi puncak lonjakan mobilitas masyarakat.

Junaidi menjelaskan, proyek ini didanai oleh PT ASDP Indonesia Ferry, sementara Dishub Kepri berperan dalam mendukung aspek legalitas dan perizinan.

Dengan adanya tambahan dermaga, operasional kapal Roro di lintasan Tanjung Uban–Punggur, Batam, akan menjadi jauh lebih efisien. Dua kapal yang selama ini harus bergantian sandar nantinya dapat beroperasi secara bersamaan tanpa harus menunggu giliran.

“Selama ini kapal harus antre di laut sebelum sandar, sehingga memicu keterlambatan. Dengan dua dermaga, proses bongkar muat penumpang dan kendaraan akan lebih cepat,” jelasnya.

Selain meningkatkan efisiensi waktu, proyek ini juga diharapkan mampu mengurai kepadatan yang kerap terjadi di pelabuhan, terutama saat akhir pekan dan hari besar keagamaan.

Jalur penyeberangan Tanjung Uban–Batam sendiri merupakan salah satu rute tersibuk di Kepri, yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat antar pulau.

“Penambahan dermaga ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur transportasi sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang sangat bergantung pada konektivitas laut, ” Jelasnya. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *