Nyanyang mengungkapkan bahwa hingga triwulan kedua tahun 2026, nilai investasi yang masuk ke Provinsi Kepri telah mencapai sekitar USD44 miliar.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa Kepri masih menjadi salah satu tujuan utama investasi nasional, khususnya pada sektor industri manufaktur, galangan kapal, energi, serta hilirisasi.
Dengan dimulainya proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari, Pemerintah Provinsi Kepri berharap ekosistem industri migas nasional semakin berkembang, sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang investasi internasional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing industri, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat. (Iman Suryanto)










