Sebaran Asap Karhutla Terdeteksi di Kepri, Wagub Nyanyang Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Kepri akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul pemantauan kualitas udara dan citra sebaran asap pada Senin, 28 September 2026. Berdasarkan data yang ditampilkan dari BMKG, konsentrasi PM2.5 di Batam pada pukul 15.00 WIB tercatat 124,9 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, citra sebaran asap BMKG pada pukul 13.00 WIB menunjukkan asap terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk Riau dan Kepulauan Riau. BMKG juga mencatat adanya sebaran asap yang bergerak ke arah barat laut–utara serta indikasi transboundary haze dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia.

Menanggapi kondisi tersebut, Nyanyang mengingatkan masyarakat Kepri, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara, untuk lebih berhati-hati.

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara terlihat berkabut atau berasap. Warga juga diminta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah serta menjaga kondisi kesehatan.

“Yang paling penting saat ini adalah masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Kalau tidak ada keperluan mendesak, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara sedang buruk,” Jelas Wagub Nyanyang saat dihubungi awak media pada Senin (28/9/2026) siang.

Wagub Nyanyang juga mendorong perangkat daerah dan instansi terkait untuk terus memantau perkembangan kualitas udara serta kondisi sebaran asap di wilayah Kepri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *