Sekolah 18 Hektare Dibangun di Rempang, Amsakar: Batam Butuh SDM Sesuai Kebutuhan Industri

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Pembangunan sumber daya manusia (SDM) mulai ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi ekonomi Batam. Hal itu ditandai dengan groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/9/2026).

Sekolah yang dibangun di atas lahan sekitar 18 hektare tersebut dirancang bukan sekadar sebagai fasilitas pendidikan, tetapi sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diproyeksikan menyiapkan generasi muda Batam menghadapi kebutuhan dunia kerja dan industri yang terus berkembang.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pembangunan sekolah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan SDM Batam di masa depan.

Menurutnya, perkembangan ekonomi Batam membuat kebutuhan tenaga kerja semakin spesifik, seiring tumbuhnya sektor logistik, industri manufaktur, teknologi informasi, data center hingga industri penerbangan.

“Batam membutuhkan generasi unggul dengan posisi geografis dan geostrategis yang berbatasan dengan negara serumpun, serta perkembangan industri yang sudah melewati batas kerja-kerja konvensional,” kata Amsakar dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kebutuhan SDM di Batam ke depan akan mengikuti karakteristik kawasan industri masing-masing.

Kawasan Batu Ampar dan Batam Center, misalnya, membutuhkan tenaga yang menguasai logistik. Sementara kawasan Tanjung Uncang dan sekitarnya membutuhkan SDM yang berkaitan dengan industri galangan kapal.

Di kawasan Muka Kuning, Punggur dan sebagian Nongsa, kebutuhan tenaga kerja berkaitan dengan industri manufaktur. Sedangkan Nongsa Digital Park membutuhkan talenta di bidang teknologi informasi, pemrograman dan data center.

Sementara aktivitas di Bandara Internasional Hang Nadim juga membutuhkan tenaga teknis, termasuk untuk sektor maintenance, repair and overhaul (MRO).

“Dari delineasi yang saya gambarkan itu sudah terlihat ke arah mana kebutuhan tenaga kerja ke depan,” ujarnya.

Karena itu, Amsakar menilai pendidikan menjadi fondasi penting untuk memastikan masyarakat Batam mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi tersebut.

“Untuk menang dalam kompetisi global ini, jawabannya adalah pendidikan,” katanya.

Sekolah Terpadu dengan Konsep Boarding School

Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang dibangun Yayasan Merah Putih Batam dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Ketua Yayasan Merah Putih Batam, Edi Husi, mengatakan kawasan tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain asrama siswa dan guru, perpustakaan, gedung serbaguna, tempat ibadah, fasilitas olahraga, kolam renang serta lapangan sepak bola.

Konsep boarding school juga disiapkan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang berada di wilayah hinterland Batam.

“Sekolah ini dibangun di atas lahan luas lebih kurang 18 hektare di Rempang. Sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan yang terintegrasi,” ujar Edi.

Ia mengatakan, pembangunan tersebut melibatkan sejumlah konsultan, mulai dari konsultan perencanaan, infrastruktur, landscaping, interior hingga quantity surveyor (QS) serta manajemen konstruksi untuk memastikan pembangunan berjalan secara profesional.

Sebelum groundbreaking, persiapan pembangunan telah dilakukan selama beberapa bulan. Ketua Pelaksana Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Robinson Tan, menyebut pekerjaan cut and fill telah mencapai sekitar 98 persen setelah dikerjakan selama kurang lebih dua setengah bulan.

“Ini adalah langkah pertama untuk melanjutkan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih,” kata Robinson.

Pembangunan sekolah tersebut juga mendapat dukungan dari pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem pengembangan kawasan Rempang.

Direktur Operasional PT Makmur Elok Graha (MEG), Michael Wilson, mengatakan keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan pendidikan merupakan bagian dari upaya menyiapkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Hari ini kita bukan saja meletakkan batu pembangunan, tetapi kita juga sedang meletakkan batu harapan bahwa setiap anak dari keluarga manapun memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap sekolah tersebut nantinya mampu melahirkan dokter, insinyur, pemimpin maupun pengusaha yang memiliki daya saing.

PT MEG, kata dia, bersama Yayasan Merah Putih Peduli akan terus mendukung agar sekolah tersebut dapat segera hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pos terkait