Sekolah Terintegrasi Merah Putih Dibangun di Rempang, Target Rampung Dua Tahun

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai memasuki tahap penting setelah pekerjaan cut and fill atau penyiapan lahan mencapai sekitar 98 persen.

Proyek pendidikan tersebut dipandang bukan sekadar pembangunan fasilitas sekolah, tetapi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di Batam.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Robinson Tan, mengatakan pembangunan sekolah tersebut menjadi salah satu catatan penting bagi Kota Batam karena menyangkut masa depan generasi penerus.

“Ini merupakan satu catatan sejarah buat Kota Batam,” kata Robinson saat kegiatan peletakan awal pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Kamis (23/9/2026).

Robinson mengaku sempat merasa berat ketika mendapat amanah untuk memimpin pelaksanaan pembangunan. Tantangannya tidak hanya berkaitan dengan desain bangunan, tetapi juga target waktu penyelesaian proyek.

Namun, ia menilai pembangunan sekolah memiliki nilai yang jauh lebih besar karena pendidikan merupakan fondasi utama pembentukan kualitas SDM.

“Ini adalah sebuah amanah mulia yang mungkin belum tentu bisa saya temukan selama hidup,” ujarnya.

Robinson juga menceritakan pengalaman masa kecilnya yang membuat pembangunan sekolah memiliki arti khusus baginya. Ia mengaku baru dapat mengenyam pendidikan setelah pemerintah memberikan kesempatan untuk bersekolah.

Pengalaman tersebut, menurut dia, semakin memperkuat keyakinannya bahwa akses terhadap pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam membangun sebuah bangsa.

“Sekolah adalah tempat mendidik anak-anak bangsa, mencetak generasi penerus. Kalau sebuah negara tidak memiliki sekolah, tidak akan ada sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun bangsa ini,” katanya.

Percepatan pembangunan

Dari sisi pengerjaan fisik, Robinson menyebut persiapan proyek telah berlangsung selama berbulan-bulan. Pekerjaan cut and fill mulai dilakukan pada Juni 2026 dan dalam waktu sekitar dua setengah bulan telah mencapai 98 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator percepatan pembangunan sebelum masuk ke tahapan konstruksi berikutnya.

Robinson menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari konsultan, kontraktor, yayasan, hingga tim pembangunan yang bekerja menyiapkan proyek tersebut.

Ia secara khusus menyebut kontribusi konsultan Airmas serta PT Mesuko yang mengerjakan pekerjaan cut and fill.

“PT Mesuko sudah bekerja keras, dua bulan selesai cut and fill. Juga terutama Pak Edi yang tidak kenal siang malam, kami terus berkomunikasi,” ujarnya.

Menurut Robinson, pembangunan sekolah tersebut membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Dukungan tidak hanya berbentuk material, tetapi juga pemikiran, tenaga, koordinasi, dan dukungan moral.

Pos terkait