Dalam jangka panjang, Robinson berharap Sekolah Terintegrasi Merah Putih dapat menjadi salah satu pusat pembentukan SDM berkualitas di Batam.
Ia membayangkan dari sekolah tersebut kelak lahir generasi yang mampu mengisi berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, dunia usaha hingga sektor profesional.
“Kita doakan agar melalui sekolah ini akan keluar banyak sekali anak-anak bangsa. Kita tidak tahu, mungkin suatu hari bisa jadi presiden, menteri, konglomerat, pengusaha, atau berbagai macam SDM yang bisa kita bentuk di sini,” katanya.
Robinson menargetkan pembangunan sekolah dapat berjalan sesuai rencana sehingga dalam sekitar dua tahun mendatang fasilitas tersebut sudah dapat digunakan untuk menerima peserta didik.
Ia juga melihat lokasi pembangunan memiliki potensi lingkungan yang mendukung proses pendidikan. Kawasan tersebut berada di dekat jalan utama, dengan perbukitan di bagian belakang dan kawasan perairan di bagian depan.
“Sepuluh tahun kemudian, 20 tahun kemudian, kita akan merasa bersyukur bahwa hari ini kita duduk di sini dan ternyata bisa mempunyai sebuah hal yang kita banggakan,” ujarnya.
Robinson menegaskan seluruh pihak masih memiliki pekerjaan panjang hingga sekolah tersebut benar-benar selesai dan dapat digunakan.
Karena itu, ia mengajak seluruh tim untuk menjaga semangat, bekerja keras, serta memastikan pembangunan berjalan lancar hingga tahap akhir.
“Dua tahun ke depan mudah-mudahan kita bisa berjalan lancar dan baik,” katanya. (Iman Suryanto)











