Sektor Keuangan Indonesia Tetap Solid, OJK Soroti Ancaman Inflasi dan Geopolitik Global

Salah satunya berasal dari potensi kenaikan inflasi akibat eskalasi konflik geopolitik yang dapat kembali mendorong harga minyak dunia. Selain itu, fenomena El Nino berpotensi meningkatkan harga pangan dan sejumlah komoditas pertanian.

“Kenaikan inflasi telah mendorong kebijakan suku bunga global yang higher for longer,” kata Kiki.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut tercermin dari kebijakan suku bunga di sejumlah negara maju, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

Pasar juga masih memperkirakan adanya potensi kenaikan suku bunga pada penghujung 2026 yang dapat berlanjut hingga 2027.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi perekonomian global karena tingginya suku bunga berpotensi mempertahankan biaya pembiayaan pada level tinggi serta memengaruhi arus modal dan pasar keuangan.

Yield Obligasi Pemerintah Capai Level Tinggi

Tekanan terhadap pasar keuangan global juga tercermin dari pergerakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah.

OJK mencatat yield obligasi pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa telah kembali ke level sebelum krisis keuangan 2008. Sementara di Jepang, yield obligasi pemerintah telah kembali ke level sebelum 1997.

Menurut Kiki, kenaikan yield tersebut tidak hanya dipengaruhi kebijakan moneter, tetapi juga kebutuhan pembiayaan pemerintah yang tinggi.

Selain itu, peningkatan penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan hyperscaler untuk mendukung investasi yang berkaitan dengan AI turut memberikan tekanan terhadap pasar obligasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *