Setahun Amsakar–Li Claudia Pimpin Batam, Ekonomi Tumbuh 6,89 Persen dan Investasi Tembus Rp69,3 Triliun

Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, Pemerintah Kota Batam menghadirkan program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 24.348 pekerja rentan. Cakupan JKN-KIS telah mencapai 97,86 persen penduduk dan mengantarkan Batam meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama.

Komitmen pada sektor pendidikan diwujudkan melalui pembagian 105.670 stel seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, pembangunan 42 ruang kelas baru serta dua unit sekolah, dan pemberian beasiswa kepada 205 mahasiswa, terutama dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.

Bacaan Lainnya

Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, pemerintah meluncurkan program pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM. Pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif juga terus diperluas dengan ribuan peserta setiap tahun guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia lokal.

Sejumlah capaian tersebut turut mengantarkan Batam meraih berbagai penghargaan tingkat nasional dan provinsi, di antaranya Kota Layak Anak kategori Nindya, penghargaan Indeks Harmoni Indonesia, serta penghargaan Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan.

Meski demikian, Amsakar mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus ditangani bersama, terutama pengelolaan sampah, penanganan banjir di titik rawan, serta optimalisasi pelayanan air bersih yang dikelola bersama BP Batam.

Berbagai langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari optimalisasi distribusi air bersih dan penanganan 18 titik krisis air, pembangunan rumah pompa banjir, normalisasi drainase, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Kami tidak menutup mata bahwa masih ada tantangan yang harus dibenahi. Persoalan sampah, banjir, dan air bersih menjadi prioritas yang kami selesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Amsakar.

Sementara itu, Li Claudia menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan yang inklusif dan merata.

“Semua membutuhkan proses, perencanaan matang, dan dukungan semua pihak. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui dialog tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, demi mewujudkan Batam yang semakin tertata, bersih, dan berkelanjutan.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *