KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang diproyeksikan menjadi kapal induk pertama Indonesia, mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air. Kapal perang milik Italia tersebut memiliki sejumlah spesifikasi yang mendukung berbagai misi operasi laut dan udara.
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk kelas Garibaldi dengan nomor lambung 551. Berdasarkan data Marina Militare atau Angkatan Laut Italia, kapal tersebut dibangun di galangan Cantieri Navali di Monfalcone, Italia.
Kapal ini diluncurkan pada 20 Februari 1978 dan mulai bertugas pada 4 Juni 1983.
Dari sisi dimensi, Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter. Lebarnya mencapai 23,4 meter pada garis air dan 30,4 meter pada dek penerbangan. Sementara itu, panjang dek penerbangannya mencapai 173,8 meter dengan sarat air 6,7 meter.
Punya Kecepatan hingga 30 Knot
Untuk menggerakkan kapal berbobot perpindahan 13.850 ton tersebut, Giuseppe Garibaldi menggunakan sistem Combined Gas and Gas (COGAG).
Sistem penggeraknya terdiri dari empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang menghasilkan daya 60.400 kilowatt atau sekitar 80.998 tenaga kuda.
Tenaga tersebut disalurkan untuk menggerakkan dua poros baling-baling. Dengan sistem ini, Giuseppe Garibaldi mampu mencapai kecepatan maksimum hingga 30 knot.
Kapal tersebut juga memiliki jangkauan pelayaran hingga 7.000 mil laut sehingga dapat mendukung operasi dalam jarak yang cukup jauh.
Mampu Bawa Pesawat dan Helikopter
Sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi dapat membawa sekitar 18 hingga 20 pesawat.
Kekuatan udara yang dapat dioperasikan dari kapal tersebut antara lain helikopter EH101, SH90A, dan AB212. Kapal ini sebelumnya juga mengoperasikan pesawat taktis AV-8B Plus Harrier II.
AV-8B Plus memiliki kemampuan Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) atau lepas landas pendek dan mendarat secara vertikal.
Kemampuan tersebut membuat Giuseppe Garibaldi tidak hanya berfungsi sebagai kapal pengangkut pesawat dan helikopter, tetapi juga sebagai pusat operasi kekuatan udara di laut.
Dilengkapi Sistem Persenjataan
Untuk mendukung pertahanan diri, Giuseppe Garibaldi juga dibekali sejumlah sistem persenjataan.
Kapal tersebut memiliki satu peluncur Albatros dengan delapan sel yang digunakan untuk rudal antipesawat Aspide. Selain itu, terdapat tiga sistem senjata DARDO yang menggunakan meriam Breda 40/70.
Giuseppe Garibaldi juga memiliki kemampuan sebagai kapal komando dan pengendalian bagi kekuatan angkatan laut maupun kekuatan udara angkatan laut.
Kapal ini bahkan dapat menjalankan fungsi Landing Helicopter Assault (LHA) untuk mengangkut pasukan dan material menggunakan helikopter dalam operasi amfibi.
Dalam menjalankan berbagai fungsi tersebut, Giuseppe Garibaldi memiliki kapasitas awak hingga sekitar 825 orang.
Giuseppe Garibaldi Berlayar Menuju Indonesia
Calon kapal induk pertama Indonesia tersebut mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air pada Senin (24/8/2026) malam waktu Italia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait sebelumnya membenarkan keberangkatan kapal tersebut.
“Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” ujar Rico.
Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez. Kapal tersebut juga dijadwalkan singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka.
Setelah melakukan persinggahan, kapal akan melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.
Pelayaran dari Italia ke Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga pekan. Dengan demikian, Giuseppe Garibaldi diproyeksikan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.
Rico mengatakan detail rute pelayaran selanjutnya masih dapat menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal.
Kehadiran Giuseppe Garibaldi di Indonesia nantinya akan menjadi bagian penting dalam penguatan kemampuan pertahanan dan operasi laut Indonesia, khususnya dalam pengoperasian kekuatan udara berbasis kapal.
SUMBER: KOMPAS











