Pengawasan Harga Dilakukan Secara Intensif dan Langsung di Lapangan
Untuk memastikan stabilitas harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri juga melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional secara rutin.
Riki menjelaskan, pihaknya menerapkan metode pengawasan khusus dengan menurunkan tim yang melakukan pemantauan secara terbuka maupun tertutup, guna memperoleh gambaran kondisi pasar secara objektif.
“Kami membagi metode pemantauan lapangan dengan mengunjungi pasar-pasar setiap hari. Ada tim yang menggunakan seragam dinas, dan ada juga yang tidak, agar kami bisa mengetahui kondisi sebenarnya dan mengantisipasi jika ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan berlebihan,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah praktik spekulasi harga dan memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.
Selain pengawasan harga, pemerintah juga mulai mengintensifkan sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap berbagai produk yang beredar di pasar. Sosialisasi ini bertujuan melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar kualitas.
Menurut Riki, masih banyak pelaku usaha maupun masyarakat yang belum memahami pentingnya SNI, sehingga diperlukan edukasi secara masif.
“Sosialisasi SNI ini penting agar distributor, pedagang, dan konsumen memahami mana produk yang memenuhi standar dan mana yang tidak. Produk yang tidak memenuhi standar tentu berpotensi merugikan konsumen,” katanya.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap standar produk, diharapkan tercipta ekosistem perdagangan yang sehat dan berdaya saing.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri juga memperkuat koordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, khususnya terkait penindakan terhadap pelanggaran distribusi dan perdagangan bahan pokok.
Kerja sama ini bertujuan memastikan tidak terjadi praktik penimbunan, distribusi ilegal, maupun pelanggaran lain yang dapat memicu kenaikan harga dan merugikan masyarakat.
“Kami terus berkomunikasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan sesuai aturan dan tidak ada pelanggaran yang merugikan masyarakat,” ujar Riki.
Melalui rangkaian program stabilisasi harga, pengawasan perdagangan, serta penguatan pelaku usaha, Pemerintah Provinsi Kepri optimistis inflasi daerah tetap terkendali dan perekonomian daerah terus tumbuh secara berkelanjutan.
Riki berharap masyarakat dapat menjalani berbagai perayaan keagamaan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Semoga inflasi di Kepulauan Riau tetap terjaga, masyarakat dapat merayakan hari besar dengan khidmat dan bahagia, serta perekonomian daerah terus tumbuh dengan baik dan berkelanjutan,” tutupnya. (Iman)
