Stasiun Panaran Batam ‘Terbakar’, PGN Simulasikan Skenario Darurat Terburuk

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Di bawah langit Batam yang biasanya tenang, pagi itu berubah menjadi panggung ketegangan yang nyaris tak terbayangkan. Di Stasiun Panaran, Selasa (8/9/2026) pagi, rutinitas mendadak menjelma menjadi simulasi dramatis yang menguji batas kesiapsiagaan manusia menghadapi ancaman tak kasat mata yakni ‘gas’.

Suara alat ukur berdenting pelan. Angka-angka di panel kontrol perlahan naik tidak seperti biasa. Operator yang tengah melakukan monitoring rutin mulai menyadari ada yang salah. Tekanan (pressure) gas merangkak naik, melampaui ambang normal.

Bacaan Lainnya

Di balik sistem yang seharusnya menjaga stabilitas, Pressure Control Valve (PCV) gagal menjalankan fungsinya. Tekanan tak lagi terkendali. Dalam hitungan detik, kondisi berubah genting.

Gas di sisi downstream melonjak liar. Beban berlebih menghantam salah satu sambungan pipa hingga akhirnya tak mampu lagi bertahan. “Brak!” Salah satu bagian pipa menyerah. Kebocoran gas pun tak terhindarkan.

Gas yang terlepas ke udara bukan hanya ancama dan merupakan bahan bakar yang menunggu percikan. Over pressure memicu kenaikan temperatur ekstrem. Dalam kondisi panas tinggi itu, sistem instrument electrical mengalami konsleting.

Api kecil berubah menjadi lidah-lidah yang menjalar cepat, mengikuti jejak gas yang masih bocor. Dalam sekejap, titik-titik instalasi berubah menjadi zona merah.

Petugas berlarian. Alarm darurat menggema. Instruksi bersahutan di tengah kepulan asap dan panas yang memukul wajah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *