Tekan Inflasi Pangan, HKTI Kepri Dorong Produksi Cabai dan Penguatan Peternakan Lokal

KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNG PINANG — Ketergantungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ekonomi sektor pertanian.

Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat, peningkatan produksi lokal dinilai penting agar ketahanan pangan berjalan seiring dengan kesejahteraan petani.

Bacaan Lainnya

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepri yang juga Wakil Gubernur Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa kondisi geografis Kepri yang terdiri atas 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni, menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan sektor pertanian dan distribusi hasil produksi.

Menurut Nyanyang, persoalan konektivitas dan jarak antardaerah membuat distribusi hasil pertanian tidak selalu mudah. Kondisi tersebut juga memengaruhi biaya logistik dan kesinambungan pasokan pangan ke berbagai wilayah di Kepri.

“Kepri memiliki tantangan geografis yang berbeda dengan daerah lain. Jarak antarpulau dan konektivitas menjadi kendala bagi petani, baik hortikultura maupun palawija, dalam mengembangkan produksi dan mendistribusikan hasil pertanian,” jelas Nyanyang dalam diskusi santai dengan awak media beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga menyebutkanSalah satu tantangan utama adalah besarnya kebutuhan pangan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi produksi lokal.

Nyanyang menyebutkan, kebutuhan telur di Kepri mencapai sekitar 3 juta butir per hari. Sementara itu, kemampuan produksi lokal baru berkisar 600.000 hingga 700.000 butir per hari, dengan pasokan antara lain berasal dari Bintan dan Batam.

Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan usaha peternakan di Kepri. Peningkatan kapasitas produksi lokal dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pasokan sekaligus membuka peluang usaha bagi peternak dan pelaku ekonomi daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *