Transaksi Digital Wisatawan Asing di Kepri Meroket, Singapura dan Thailand Ikut Tumbuh

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto

Pada 2023 (Juli–Desember), volume transaksi Thailand di Kepri tercatat 26 transaksi dengan nominal Rp7,16 juta. Angka tersebut melonjak pada 2024 menjadi 627 transaksi dengan nominal Rp23,53 juta.

Hingga November 2025, volume transaksi mencapai 1.146 transaksi dengan nominal Rp236,89 juta, atau tumbuh 128 persen (yoy) dari sisi volume dan 348 persen (yoy) dari sisi nominal.

Bacaan Lainnya

Secara nasional, transaksi inbound Thailand pada 2025 tercatat 75.845 transaksi dengan nominal Rp42,82 miliar.

“Walaupun kontribusinya belum sebesar Malaysia, tren pertumbuhan Thailand tetap positif dan menunjukkan potensi ekspansi yang besar ke depan,” kata Rony.

Adapun transaksi inbound dari Singapura, yang mulai diimplementasikan pada 17 November 2023, mencatat pertumbuhan paling akseleratif dalam periode singkat.

Pada 2023 (November–Desember), volume transaksi di Kepri tercatat 236 transaksi dengan nominal Rp124,50 juta. Tahun 2024 meningkat menjadi 5.635 transaksi dengan nominal Rp1,87 miliar.

Hingga November 2025, volume melonjak menjadi 25.735 transaksi dengan nominal Rp8,43 miliar. Secara tahunan, volume tumbuh 511 persen (yoy) dan nominal meningkat 504 persen (yoy).

Secara nasional, transaksi inbound Singapura mencapai 159.299 transaksi dengan nominal Rp51,61 miliar pada 2025.

Menurut Rony, tingginya mobilitas warga Singapura ke Batam dan Bintan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ini.

“Dengan kemudahan QRIS cross border, wisatawan Singapura bisa langsung melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran di negaranya. Ini meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong konsumsi di sektor ritel, kuliner, dan pariwisata,” ujarnya.

Rony menegaskan bahwa pertumbuhan QRIS cross border tidak hanya mencerminkan transformasi digital, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *