KURMA 2026 juga memfasilitasi sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) dengan target 10 peserta tersertifikasi. Upaya ini dinilai penting dalam memperkuat rantai nilai halal di Kepri, sejalan dengan pengembangan industri halal nasional.
Di sisi literasi, sebanyak 100 peserta ditargetkan mengikuti edukasi ekonomi dan keuangan syariah dengan rata-rata nilai post test minimal 85. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
“Penguatan literasi menjadi fondasi utama. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan semakin percaya dan memanfaatkan produk keuangan syariah, sehingga inklusi keuangan syariah di Kepri dapat meningkat secara berkelanjutan,” kata Rony.
KURMA 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari opening ceremony, UMKM Expo dan bazaar, business matching, fashion show modest wear, tausiyah dan seminar, kompetisi, pasar murah, hingga hiburan masyarakat.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir pada penutupan kegiatan, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.
Rony menambahkan, dengan posisi Kepri yang strategis sebagai wilayah perbatasan dan pintu gerbang perdagangan internasional, penguatan ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk mendorong daya saing daerah.
“Kepri memiliki keunggulan geografis dan konektivitas internasional. Melalui KURMA dan sinergi lintas pemangku kepentingan, kami optimistis ekonomi syariah dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (Iman Suryanto)










