Transaksi QRIS Cross Border Kepri Melonjak, Malaysia Jadi Penyumbang Terbesar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro

KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Berdasrkan data Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri diketahui, transaksi QRIS Cross Border di Kepri mengalami tren peningkatan dari tahun ke tahun, dengan porsi transaksi inbound terbesar berasal dari pengguna asal Malaysia.

Bacaan Lainnya

“Hingga April 2026, Malaysia masih menjadi negara penyumbang transaksi QRIS lintas negara terbesar di Kepri. Volume transaksi inbound mencapai 130.193 transaksi, meningkat 500 persen (year on year/yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” tegas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro disela-sela Bincang Bareng Media (BBM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Dari sisi nilai transaksi, tambahnya, nominal yang dibukukan mencapai Rp43,78 miliar, atau tumbuh 529 persen (yoy). Secara nasional, transaksi inbound QRIS dari Malaysia mencapai 2,88 juta transaksi dengan nilai Rp953,87 miliar.

Selain Malaysia, transaksi dari pengguna Singapura juga terus meningkat. Hingga April 2026, volume transaksi QRIS Cross Border inbound dari Singapura di Kepri tercatat 16.255 transaksi, naik 223 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp6,57 miliar, atau meningkat 288 persen (yoy).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *