Karena itu, aparatur yang bergerak di sektor pelayanan investasi dituntut memiliki kemampuan yang lebih komprehensif, mulai dari memahami regulasi, membaca data, memiliki orientasi penyelesaian masalah, hingga mampu merespons kebutuhan investor secara cepat dan tepat.
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, BP Batam mulai membangun ekosistem pembelajaran pegawai melalui konsep Corporate University yang disusun secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Program ini nantinya akan mencakup penguatan kapasitas pada sejumlah bidang strategis seperti pelayanan investasi, perizinan, tata kelola organisasi, digitalisasi, keberlanjutan, hingga pengembangan kepemimpinan.
“Gagasan pengembangan ekosistem pembelajaran pegawai diarahkan untuk terus meningkatkan kapasitas di bidang pelayanan investasi, perizinan, tata kelola, digitalisasi, keberlanjutan, serta kepemimpinan,” kata Fary.
Lebih jauh, Corporate University tidak hanya difokuskan pada pelatihan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun pola pikir kerja atau mindset aparatur yang lebih modern, kolaboratif, dan berstandar internasional.
BP Batam menilai kualitas SDM internal memiliki pengaruh langsung terhadap persepsi investor terhadap iklim usaha di Batam. Pelayanan yang lambat, birokrasi yang kurang fleksibel, hingga minimnya pemahaman terhadap kebutuhan investor dapat menjadi hambatan serius dalam menarik dan mempertahankan investasi.
Di tengah meningkatnya persaingan antar kawasan industri dan pusat investasi di Asia Tenggara, Batam dituntut menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, profesional, dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha.









