Untuk itu, penguatan aparatur diposisikan sebagai salah satu pilar utama agar transformasi pelayanan investasi berjalan efektif.
Fary menambahkan, pengembangan Corporate University akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang terukur, efisien, dan menyesuaikan kebutuhan organisasi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut nantinya tidak diukur dari banyaknya pelatihan yang diselenggarakan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dan investor.
Indikator keberhasilan tersebut mencakup meningkatnya kualitas pelayanan, kecepatan respons terhadap kebutuhan investor, penguatan pengetahuan organisasi, serta lahirnya talenta-talenta internal yang mampu mendukung Batam menjadi kawasan investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi besar BP Batam dalam memperkuat reformasi birokrasi dan mempercepat layanan investasi berbasis digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, BP Batam telah melakukan berbagai pembenahan, mulai dari percepatan layanan perizinan hingga penguatan sistem digital melalui Land Management System (LMS).
Namun demikian, BP Batam menilai transformasi teknologi tidak akan memberikan hasil optimal tanpa dukungan SDM yang unggul.
Melalui Corporate University, BP Batam berharap mampu membangun budaya kerja yang lebih adaptif dan menghasilkan aparatur yang siap menjawab tantangan investasi global sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. (**/IMAN)









