Transformasi Digital Meningkat, SMI dan Fastly Perkuat Keamanan Siber di Indonesia

Edge Cloud Sasar Berbagai Sektor

Melalui kerja sama ini, organisasi di Indonesia akan mendapatkan akses terhadap rangkaian platform edge cloud Fastly yang mencakup content delivery, keamanan aplikasi dan API, edge computing, serta kemampuan observabilitas.

Platform tersebut menggunakan arsitektur edge yang dapat diprogram untuk memproses konten, aplikasi, dan keputusan keamanan lebih dekat dengan pengguna.

Bacaan Lainnya

Arsitektur tersebut ditujukan untuk mengurangi latensi sekaligus meningkatkan keamanan dan keandalan layanan digital.

Pemanfaatannya antara lain diarahkan untuk meningkatkan kecepatan situs web dan aplikasi, memperkuat perlindungan terhadap ancaman siber, mengurangi downtime, serta meningkatkan ketahanan layanan.

Integrasi berbagai fitur dalam satu platform juga diharapkan dapat menyederhanakan proses keamanan dan penyampaian aplikasi.

Bagi tim pengembangan, teknologi tersebut dapat mendukung penerapan aplikasi dan proses iterasi secara lebih cepat.

Lie mengatakan, kolaborasi SMI dan Fastly menggabungkan teknologi dengan ekosistem saluran serta keahlian lokal.

“Penggabungan teknologi inovatif Fastly dengan ekosistem saluran yang luas serta keahlian lokal PT Synnex Metrodata Indonesia, kami bertujuan untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih andal,” ujarnya.

Area Vice President Asia Fastly, Rachel Ler, mengatakan peningkatan adopsi digitalisasi, AI, dan cloud turut mengubah kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur digital.

“Indonesia sedang memasuki fase pertumbuhan digital yang menarik, dengan berbagai organisasi yang semakin mengadopsi digitalisasi, AI dan cloud untuk mentransformasi cara mereka berinovasi dan berinteraksi dengan pelanggan,” ujar Rachel.

Menurutnya, seiring percepatan transformasi digital, organisasi membutuhkan infrastruktur yang mampu memberikan performa tinggi sekaligus keamanan yang kuat dalam skala besar.

Rachel menilai kemitraan dengan SMI menggabungkan platform edge cloud Fastly dengan pengetahuan SMI mengenai pasar Indonesia dan jaringan channel yang dimiliki.

Ancaman Siber Jadi Perhatian Sektor Keuangan

Peningkatan kebutuhan infrastruktur digital juga berjalan beriringan dengan tantangan keamanan siber, terutama pada sektor keuangan.

Sepanjang 2024, tercatat 330,5 juta serangan siber di Indonesia, dengan sektor keuangan berada di posisi keempat sebagai target utama.

Plt Kepala Departemen Pengawasan Konglomerasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yudi Permana, mengatakan peningkatan ancaman siber semakin terasa sejak pandemi Covid-19, ketika kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi digital meningkat.

Menurut Yudi, ancaman siber terus berkembang, sementara pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital masih belum merata.

Karena itu, OJK mendorong perbankan untuk terus meningkatkan edukasi kepada nasabah mengenai keamanan digital dan perlindungan data.

Risiko keamanan juga dapat berasal dari internal perusahaan. Serangan siber dapat masuk melalui sistem maupun akibat minimnya pemahaman pegawai mengenai pentingnya perlindungan data.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *