Selain isu halal, Kepri International Business Forum 2026 juga memberikan ruang khusus bagi womenpreneur atau perempuan pelaku usaha.
Riki mengatakan, penguatan kapasitas perempuan dalam dunia usaha merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, pemerintah ingin mengulas lebih jauh potensi dan kemampuan perempuan di Kepri dalam membangun serta mengembangkan usaha, termasuk untuk menjangkau pasar nasional dan regional.
“Di dalamnya juga ada rangkaian tentang womenpreneur. Kita ingin mengulas lebih dalam kemampuan pemberdayaan perempuan di Kepulauan Riau, khususnya untuk kancah nasional dan regional,” ujarnya.
Menurut dia, perempuan tidak hanya berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga dapat menjadi penggerak penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat melalui kreativitas, inovasi dan kemandirian usaha.
Forum internasional tersebut diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring bisnis, membuka peluang kerja sama lintas negara, serta meningkatkan daya saing UMKM Kepri.
“Harapannya, momentum ini dapat memperkuat jejaring, membuka peluang kerja sama, dan mendorong pertumbuhan serta daya saing dunia usaha di Kepulauan Riau,” kata Riki. (Iman Suryanto)
