Wagub Kepri Nyanyang Dorong HKTI Perkuat Ekonomi Pertanian dan Ketahanan Pangan

Karena itu, HKTI didorong tidak hanya berperan sebagai organisasi petani, tetapi menjadi penggerak terbentuknya ekosistem ekonomi pertanian yang saling terhubung di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

“Makanya kita sebagai para petani, sebagai penggerak, pegiat, bisa membangun bagaimana ekonomi pertanian ini bisa berjalan,” kata Nyanyang.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, apabila produksi pertanian antardaerah dapat dipetakan dengan baik, maka petani memiliki kepastian mengenai komoditas apa yang harus diproduksi dan ke mana hasil produksinya akan disalurkan.

Dorong Rantai Pasok Pangan Terintegrasi

Konsep integrasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung rantai pasok pangan bergizi, mulai dari produsen hingga penerima manfaat.

HKTI Kepri mendorong keterlibatan petani dan nelayan binaan sebagai produsen komoditas pangan, koperasi sebagai agregator, serta badan usaha sebagai offtaker.

Komoditas yang dihasilkan dapat mencakup sayuran, ikan dan berbagai pangan lokal yang diproduksi secara berkelanjutan.

Nyanyang mencontohkan, kebutuhan komoditas seperti timun, terong, kangkung, buncis hingga kacang panjang dapat dipetakan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kalau sudah terintegrasi, enggak usah jauh-jauh. Misalnya pangsa pasar di Lingga kekurangan hidroponik, anggota HKTI punya. Di Batam kekurangan timun atau terong, sudah ketahuan,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, produksi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Petani dapat mengetahui kebutuhan pasar, waktu produksi, waktu panen dan jalur distribusi sejak awal.

Teknologi Jadi Bagian Transformasi Pertanian

Penguatan ekosistem pertanian Kepri juga akan diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan pengembangan kewirausahaan generasi muda.

Nyanyang menyebut konsep Pemuda Tani, agro-entrepreneur, Internet of Things (IoT), hingga smart greenhouse dapat dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga dinilai penting, khususnya dalam pengembangan standar produksi, higienitas pangan, hingga sistem rantai pasok.

Pos terkait