Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura: Pembinaan Atlet Harus Dimulai dari Kompetisi di Tingkat Desa

Pengalaman bertanding, kata dia, menjadi modal penting bagi atlet muda sebelum mereka tampil pada kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Dorong Talenta Muda Lingga Naik Level

Bacaan Lainnya

Wagub Nyanyang juga berharap berbagai turnamen lokal yang berlangsung di Kepulauan Riau dapat menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kabupaten Lingga maupun Provinsi Kepri ke tingkat yang lebih tinggi.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan atlet tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan pelatih, klub, keluarga, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Mari kita terus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berolahraga, berkompetisi, dan berprestasi,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak harus selalu dimulai dari arena pertandingan besar. Lapangan desa pun dapat menjadi tempat pertama bagi seorang atlet mengenal kompetisi, menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mengejar prestasi.

Final Merawang Cup III Berlangsung Sengit

Pertandingan final Merawang Cup III 2026 berlangsung dalam atmosfer penuh semangat. Masyarakat memadati Lapangan Tuah Perkasa dan memberikan dukungan kepada tim-tim yang tampil pada partai puncak.

Pada kategori putri, Tim Voli Putri Desa Senempek, Kecamatan Lingga Timur, berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan Tim Voli Putri Desa Pena’ah pada laga final.

Sementara pada kategori putra, partai puncak mempertemukan BS Squad dengan Poldam VC.

Pertandingan berlangsung sengit dengan persaingan antarpemain yang berlangsung dalam semangat kompetisi dan sportivitas. BS Squad akhirnya berhasil mengamankan posisi juara pertama, sementara Poldam VC harus puas sebagai runner-up.

Hasil tersebut sekaligus menutup rangkaian Kejuaraan Bola Voli Merawang Cup III Tahun 2026. Namun, bagi Wagub Nyanyang, berakhirnya turnamen bukan berarti berakhir pula proses pembinaan. Justru dari kompetisi seperti inilah proses panjang pencarian bibit atlet dapat terus dilakukan. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *