Pendampingan Petani hingga Pemasaran
Selain pemanfaatan teknologi dan bantuan sarana produksi, Nyanyang menekankan pentingnya pendampingan petani secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran hasil pertanian.
Ia meminta perangkat daerah, penyuluh pertanian, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta seluruh mitra terkait terus memperkuat koordinasi agar program yang dijalankan memberikan hasil nyata.
Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan terbukanya akses pasar dan membaiknya kesejahteraan petani. Tanpa dukungan pemasaran yang memadai, peningkatan hasil panen belum tentu memberikan dampak optimal terhadap pendapatan petani.
Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi teknis, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun kemandirian pangan daerah.
“Keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari meningkatnya produksi, membaiknya pendapatan petani, terjaganya lingkungan, dan semakin kuatnya kemandirian pangan daerah,” tegasnya.











