“Kita semua tentu berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan. Bantuan yang kami serahkan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan yang ada, tetapi ini adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Kepri untuk masyarakat NTT,” katanya.
Nyanyang juga menyampaikan harapan agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat Flores dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Pemprov Kepri terhadap masyarakat NTT.
Johni menjelaskan, gempa bumi yang melanda Flores sejak 15 Agustus 2026 memberikan dampak cukup besar, baik terhadap keselamatan masyarakat maupun kerusakan harta benda dan infrastruktur.
Gempa utama berkekuatan 7,7 SR tersebut juga diikuti ribuan gempa susulan hingga saat ini.
“Kami mengakui bahwa bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores sangat besar dampaknya serta memakan korban jiwa dan materil. Gempa pertama terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026 dengan kekuatan 7,7 SR dan hingga kini diikuti oleh ribuan gempa susulan,” ungkap Johni.
