Di samping itu, pembangunan sekolah di atas lahan seluas 18,5 hektare itu tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan menjadi investasi jangka panjang.
“Program ini merupakan amanat Pemerintah Pusat yang bertujuan menyiapkan generasi Indonesia yang unggul. Kami ingin memastikan pelaksanaannya pun harus berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sebagai penerus pembangunan bangsa,” pesannya.
BP Batam akan terus membuka ruang untuk dialog bersama masyarakat Rempang – Galang. Li Claudia memandang, masyarakat sebagai mitra dalam pembangunan Batam ke depan.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung peningkatan kualitas pendidikan kita sebagai fondasi pembangunan daerah. Ini menjadi modal penting agar Batam mampu bersaing dengan SDM yang unggul dan berkompeten di masa mendatang,” pungkasnya.
Dialog terbuka ini turut melibatkan instansi terkait baik dari Polda Kepri, Pemerintah Kota Batam, Koramil 04 Galang, dan unsur lainnya.
Keterlibatan pihak-pihak tersebut menjadi unsur penting agar pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih berlangsung baik dan kondusif. (DN)










