Wawasan Kebangsaan Jadi Benteng Generasi Muda Kepri Hadapi Dampak Negatif Teknologi

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Penguatan wawasan kebangsaan dinilai semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus informasi digital.

Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Kebangsaan bertema “Perkuat Wawasan Kebangsaan dalam Menjaga Karakter Anak Bangsa” yang digelar di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis (13/6/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. HM. Soerya Respationo, S.H., M.H., Irjen Pol. (Purn.) Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., YM. Raja Haji Muhammad Amin Ibni Raja Haji Muhammad, Ir. Bambang Hendrawan, ST., M.SM., CIPMP., CISCP., serta H. Masrur Amin, S.H., M.H.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, dinamika situasi nasional maupun daerah saat ini berkembang sangat cepat dan dipengaruhi berbagai aspek, mulai dari politik, ideologi, ekonomi, sosial hingga budaya.

Menurut dia, perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga membawa tantangan terhadap pembentukan karakter generasi bangsa.

“Seiring dengan laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang dapat muncul akibat penyalahgunaan teknologi dan informasi, di antaranya perundungan atau bullying, perkelahian antarpelajar hingga berbagai bentuk kriminalitas.

Karena itu, Nyanyang menilai dialog wawasan kebangsaan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, khususnya di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku, agama, budaya dan adat istiadat yang beragam.

“Keberagaman tersebut bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang harus kita rawat dan kita jaga bersama,” katanya.

Pos terkait