Sudaryono mengungkapkan, BGN menemukan lebih dari 400 rekening ganda yang telah berisi dana meskipun dapur terkait belum beroperasi.
Dari penertiban tersebut, sekitar Rp414 miliar diklaim telah dikembalikan ke kas negara.
BGN juga membatalkan pengadaan lampu LED senilai Rp535,3 miliar sebagai bagian dari evaluasi belanja.
Di sisi lain, lembaga tersebut menutup secara permanen lebih dari 2.000 dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi. Dugaan penggunaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) palsu juga disebut sedang diperiksa oleh kepolisian.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa evaluasi program MBG tidak hanya menyangkut besarnya anggaran, tetapi juga mekanisme penyaluran dana, struktur biaya operasional, serta kepatuhan terhadap standar keamanan pangan.
Klaim efisiensi hingga Rp44 triliun yang disampaikan Sudaryono menjadi perhatian dalam pengelolaan belanja negara.












