Namun, besaran efisiensi tersebut perlu dibaca dengan memperhatikan rincian setiap komponen, termasuk potensi tumpang tindih penghematan dan perbedaan antara anggaran yang dikembalikan, belanja yang dibatalkan, serta penghematan yang diproyeksikan.
Kejelasan laporan realisasi anggaran dan hasil audit akan menjadi faktor penting untuk memastikan bahwa efisiensi benar-benar mencerminkan penghematan fiskal, tanpa mengurangi kualitas makanan maupun jangkauan penerima manfaat program MBG.
BGN menyatakan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan pelaksanaan program selama 100 hari kepemimpinan Sudaryono. (***)












