“Data Center Jadi Mesin Investasi Baru Batam, SWRO Diproyeksikan Pasok 300 Liter per Detik”
KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Pertumbuhan industri pusat data (data center) di Kota Batam terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya minat investasi di kawasan industri dan ekonomi digital. Di tengah ekspansi tersebut, kebutuhan air menjadi salah satu aspek penting yang harus disiapkan secara berkelanjutan.
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Anggota/ Deputy Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait mencatat, saat ini terdapat 10 perusahaan data center yang terdaftar di Kota Batam. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di tiga lokasi utama, yakni Nongsa Digital Park, kawasan Nongsa di luar Nongsa Digital Park, serta Kabil Industrial Estate.
“Di kawasan Nongsa Digital Park (NDP), terdapat enam perusahaan data center. Dari jumlah tersebut, dua perusahaan telah menyelesaikan tahap konstruksi, satu perusahaan masih dalam tahap konstruksi, sedangkan tiga perusahaan lainnya berada dalam tahap perencanaan pembangunan,” jelasnya dalam lamaan resmi BP Batam di Instagram.
Sementara itu, tambahnya, di kawasan Nongsa di luar NDP tercatat dua perusahaan data center yang sedang memasuki tahap konstruksi. Kondisi serupa juga terjadi di Kabil Industrial Estate yang saat ini memiliki dua perusahaan data center dalam tahap konstruksi.
“Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Batam semakin diperhitungkan sebagai salah satu lokasi strategis untuk pengembangan infrastruktur digital dan industri data center,” tegasnya lagi.












