ALMI : 60 Persen Potensi Laut Belum Tergarap, Kepri Didorong Percepat Ekonomi Biru

Osman Hasyim
Osman Hasyim

Jika seluruh potensi dapat dimanfaatkan secara optimal, total nilai ekonomi sektor perikanan Kepri diperkirakan dapat menembus Rp33 triliun per tahun.

Osman menyebut angka tersebut sebagai gambaran nyata bahwa sektor perikanan Kepri dapat menjadi “tambang emas baru” bagi perekonomian daerah.

Bacaan Lainnya

Selain perikanan tangkap, potensi besar juga datang dari sektor budidaya laut melalui keramba jaring apung (KJA). Dengan asumsi pemanfaatan hanya 5% dari lahan potensial, estimasi nilai ekonomi budidaya laut Kepri dapat mencapai Rp26,62 triliun per tahun.

Rincian potensi pendapatan budidaya berdasarkan wilayah antara lain Natuna Rp9,37 triliun, Lingga Rp6,30 triliun, Kepulauan Anambas Rp6,25 triliun, Batam dan Bintan Rp3,40 triliun serta Karimun Rp1,30 triliun.

Komoditas unggulan yang dinilai memiliki prospek pasar global meliputi kerapu, kakap, bawal, dan ikan cermin.

“Dengan pemanfaatan yang masih sangat kecil saja, nilai ekonominya sudah luar biasa. Bayangkan jika pengembangan dilakukan secara masif dan terintegrasi,” jelas Osman.

Meski potensinya besar, Osman mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi biru membutuhkan dukungan lintas sektor. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur logistik, pelabuhan perikanan modern, rantai dingin (cold chain), hingga akses pembiayaan bagi nelayan dan pembudidaya.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia maritim dinilai menjadi kunci agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi laut.

“Transformasi maritim harus dimulai dari hulu hingga hilir. Nelayan harus naik kelas, industri pengolahan harus tumbuh, dan pasar ekspor harus diperluas,” katanya.

Osman optimistis, jika pengembangan ekonomi biru dilakukan secara konsisten dan kolaboratif, Kepri dapat menjadi pusat ekonomi maritim yang kuat di Asia Tenggara.

Ia mengajak pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem maritim yang berkelanjutan.

“Dengan pengelolaan yang tepat, potensi laut Kepri bukan hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan kesejahteraan nelayan dan kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi menuju Kepri sebagai poros ekonomi maritim nasional dan global. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *