APPEKNAS Perkuat Ekosistem Konstruksi Indonesia, Buka Kesempatan Pembentukan DPD di Daerah

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Pembangunan Indonesia membutuhkan pelaku usaha konstruksi yang profesional, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, regulasi, dan kebutuhan pembangunan nasional, kontraktor tidak cukup hanya memiliki pengalaman, tetapi juga harus didukung oleh organisasi yang mampu memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan kompetensi, dan membuka akses jaringan bisnis.

Martin Sembiring mewakili ketua Dewan Pengurus Provinsi Sumatera H. Yusfik dan sekretaris DPP Sumut Hasian Haznam. APPEKNAS (Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional) yang dipimpin oleh Ketua umum Dewan Pengurus Nasional Dr.Ir. Fandy iood menyatakan bahwa APPEKNAS hadir sebagai wadah bagi para pelaku usaha jasa konstruksi untuk tumbuh bersama melalui pembinaan, sertifikasi, peningkatan kualitas SDM, penguatan legalitas, digitalisasi, kemitraan, dan pengembangan usaha.

Bacaan Lainnya

Berbagai program APPEKNAS meliputi pendampingan SKK, SBU, SIUJK, sertifikasi BNSP, layanan ISO, pelatihan, sekolah tukang, pengembangan teknologi konstruksi, Green Construction, hingga pembangunan ekosistem bisnis yang mempertemukan kontraktor, subkontraktor, supplier, penyedia material, konsultan, lembaga keuangan, dan pemerintah.

Struktur Organisasi APPEKNAS

APPEKNAS memiliki struktur organisasi yang menjangkau seluruh Indonesia, yaitu Dewan Pengurus Nasional (DPN) sebagai kepengurusan tingkat nasional, Dewan Pengurus Provinsi (DPP) sebagai kepengurusan tingkat provinsi, dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) sebagai kepengurusan tingkat kabupaten/kota yang menjadi ujung tombak pembinaan anggota dan pengembangan organisasi di daerah.

Saatnya Jadi Penggerak APPEKNAS di Daerah Anda

APPEKNAS membuka kesempatan bagi para pengusaha konstruksi, profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk menjadi Pemegang Mandat Pembentukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) APPEKNAS di kabupaten/kota. Ini bukan sekadar menjadi pengurus organisasi, tetapi kesempatan membangun ekosistem usaha konstruksi yang lebih profesional, memperluas jaringan bisnis, meningkatkan kompetensi SDM, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *