KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Pengembangan industri manufaktur di Batam terus didorong seiring meningkatnya peluang investasi berbasis teknologi, termasuk untuk mendukung pertumbuhan industri data center.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Manufacturing Indonesia Series Batam Chapter 2026 yang digelar PT Pamerindo Indonesia di Radisson Hotel Batam, Selasa (29/9/2026).
Fary Djemy Francis Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam saat ditemui awak media mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem investasi dan manufaktur di Batam.
Menurut Fary, Batam membutuhkan lebih banyak kegiatan yang mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, pemerintah, dan calon investor.
“Batam memerlukan kegiatan-kegiatan seperti ini dalam rangka mendorong arahan Presiden agar Batam menjadi model pertumbuhan ekonomi melalui destinasi investasi,” ujar Fary.
Ia mengatakan, Batam saat ini memiliki sekitar 35 kawasan industri dan 135 kawasan shipyard. Besarnya basis industri tersebut membutuhkan dukungan teknologi, sistem informasi, serta infrastruktur yang semakin modern.
Karena itu, menurut dia, selain mendorong masuknya investasi, BP Batam juga terus memperkuat aspek kepastian investasi dan kecepatan pelayanan.
“Kita mau mendorong agar kepastian investasi dan kecepatan dalam hal pelayanan menjadi perhatian bersama, sehingga Batam bisa menjadi role model pertumbuhan ekonomi melalui investasi,” katanya.
Industri Data Center Jadi Peluang Baru
Fary juga menilai perkembangan industri data center dalam beberapa tahun ke depan membuka peluang baru bagi Batam, khususnya bagi sektor manufaktur yang menjadi bagian dari rantai pasok industri tersebut.
Ia menyebut potensi investasi industri data center dalam dua tahun ke depan sangat besar, dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp500 triliun.
Peluang tersebut, kata dia, perlu dimanfaatkan dengan mendorong tumbuhnya industri pendukung, termasuk manufaktur yang menyediakan berbagai kebutuhan teknologi dan peralatan data center.
“Kita akan mendorong agar manufaktur-manufaktur pendukung ekosistem data center ke depan ikut berkembang,” ujarnya.
BP Batam juga berencana memperkuat kerja sama dengan Kadin dan Pamerindo Indonesia. Pameran serupa dijadwalkan kembali digelar di Batam pada April tahun depan dengan cakupan kerja sama yang lebih intensif.
Fary menambahkan, peningkatan investasi pada akhirnya diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian Batam.
Pertumbuhan investasi akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja, aktivitas ekspor-impor, belanja pemerintah, hingga konsumsi masyarakat.
“Kalau pertumbuhan ekonomi kita naik, maka tenaga kerja, ekspor-impor, belanja pemerintah dan belanja masyarakat juga akan naik. Ini memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat Batam sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.(Iman)
