Untuk memastikan kelancaran pelayanan di perairan Nipah, perusahaan telah menyiapkan empat kapal pandu dan tiga kapal tunda.
Selain dukungan armada, PJM juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pelayanan kapal melalui sistem Inaportnet dan VINCI (Vessel Information System).
Menurut Sindu, penerapan sistem tersebut mendukung proses pengajuan dan pelayanan kapal agar lebih terintegrasi, efektif, serta efisien.
Secara nasional, kekuatan operasional PJM didukung lebih dari 118 kapal pandu, sekitar 1.100 awak kapal, 110 kapal tunda, serta ratusan operator radio dan tenaga pandu berpengalaman.
“Kami berkomitmen memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan operasional logistik di pelabuhan-pelabuhan seluruh Indonesia, termasuk di Batam dan perairan Nipah,” tuturnya.
Dukungan armada dan sumber daya manusia tersebut menjadi modal penting bagi PJM untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat daya saing di industri jasa maritim.
Kepastian Hukum Aktivitas Maritim Jadi Perhatian
Di sisi lain, pengembangan bisnis maritim di Batam juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kepastian regulasi dan hukum dalam aktivitas pelayaran.












