KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terus memperkuat pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pada 2026, upaya tersebut mencakup pemeliharaan infrastruktur di 182 titik, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, hingga perluasan konektivitas penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Hang Nadim.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi BP Batam dalam meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan regional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan infrastruktur yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar konektivitas, serta meningkatkan daya saing investasi.
“Peringatan Hari Bakti BP Batam merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan Batam, mengevaluasi capaian kinerja, serta memperkuat komitmen pengabdian dalam mewujudkan Batam yang semakin maju dan berdaya saing,” kata Amsakar disela-sela peringatan Hari Bakti BP Batam ke-55 pada Senin(27/10/2026).
Melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur, BP Batam pada 2026 mengelola paket pekerjaan yang mencakup 12 bidang, yakni air bersih, bandara, drainase, gedung, jalan, jembatan, kawasan, lanskap, pelabuhan, pertamanan, sanitasi dan air limbah, serta utilitas.












